Skip to main content

KAK RA : ENGKAU DAN KELUARGA

Bilamana aku  memandang luaran yang zahir, maka engkau aku sanjung. Bilamana aku terpandang  yang tersimpan di sebalik sakit pedih,…………………..aku kagum”-Ira,2016.


Engkau dan keluarga, biasa orangnya.
Bukanlah dato’ bukanlah yang ditunduk.
Tapi ada satu yang kalian simpan jauh buat aku mencari.


Aku jadi ingin kaji.
Apa inti keluarga ini.
Apa isi rahsia pada si mithali.


Dari besar setapak tangan, kini besar sekangkang gajah.
Satu-satu terobek sendiri.
Tak perlu aku kaji. Cukup dengan memerhati.
Yang dicari muncul sendiri.


Unik, nah untuk kau.
Sakit perit pedih kau bertalu sejak dulu.
Muram resah gelisah kau tak sekali aku tau.


Engkau dan keluarga kau, bukan mereka yang biasa-biasa.
Umpama dato, tan sri segala.
Mewah pakai, makan dan harta.
Cucu cicit dah dijanji kesenangan dunia.

Dalam senyap kau senang.
Ada yang iri memasang dengki.
Engkau dan keluarga kau lalu diuji.
Jatuh rebah ke kerak bumi.


Engkau dan keluarga, kini si rakyat jelata.
Bukan dato’, tan sri segala.
Mewah kalian tak kekal lama.
Harta lama kini tak bersama.
Senang dunia hilang dalam pejam mata.


Panas pipi lalu ia mengalir.
Pantas kau seka mencampak luka!


Tabahnya engkau, telah kau diamkan.
Sakitnya engkau, lama kau pendam.


Ruang sempit kau lalu.
Kau senyap dari aku.
Tapi kau mengadu.
Kau tetap mengadu.
Hati kau taklah padu.
Masih menunduk, masih cuba disatu.
Rupanya kau mengadu.
Mengadu pada Dia yang satu.


Engkau dan keluarga, memang bukan yang biasa-biasa.
Kalian berupa yang marhaen.
Namun pangkatmu melangkau  yang dipanggil mem.
Tinggi pekerti melampui si dayang, panglima.


Apa inti rahsia ?


Kalian pahlawan bertopeng rakyat jelata.
Mereka yang buta, akan tetap buta.
Bodohkan diri terus kau dikeji.
Sedang yang mencari, kini menyendiri.
Memikir indah laluan liku yang dilalu.
Oleh engkau dan keluarga.


-Kak Ra, 19/4/16, Malaysia, 01:55.

Comments

Popular posts from this blog

Berpaksikan kenangan.

Kehadiran. Mungkin tak diundang. Mungkin dinanti datang. Mungkin dihalau pulang.  Tapi Kehadiran. Tetap datang dengan cahaya. Tetap datang dengan berita. Tetap datang membawa bahagia. Andai kehadiran. Datang tak diundang. Pergi yang dihalang. Redhakan dengan ikhlas. Sebab semua kan terbalas.

Move on

Well you only need the light when it's burning low Only miss the sun when it starts to snow Only know you love her when you let her go Only know you've been high when you're feeling low Only hate the road when you're missing home Only know you love her when you let her go And you let her go Staring at the bottom of your glass Hoping one day you'll make a dream last But dreams come slow and they go so fast You see her when you close your eyes Maybe one day you'll understand why Everything you touch surely dies Staring at the ceiling in the dark Same old empty feeling in your heart Cause love comes slow and it goes so fast Well you see her when you fall asleep But never to touch and never to keep Cause you loved her too much and you dived too deep

Follow the flow

Advises are good.  People give advises to help, isn't? Hence advises should be helpful. Definitely should be good. But, It is hard to swallow. Sometimes.  And i guess that this is the time, where the 'sometime' hit me well.  "Oh Allah, if he's meant to be for me, eases everything for us. If it's not, please let this feeling leaves us in ease." And, the after effect of me practicing it these days, makes me scared.   I don't know if it's a hint. I'm not sure if the result is showing. But as for now, I'm avoiding all the possible thoughts because  I'm scared.   "Takpelah kakra, if korang ada jodoh. If ada, terpisah 10 tahun jumpa balik" "So complicated. Couple dengan kitorang jelah senanggg" "Tulah, patutnya doa macam ni, Kalau dia bukan jodoh aku, tak kira! Matikanlah jodohnya. Hahahha" I don't know why my friends are like this do. Adeh.  ...